Rabbana News-Perjalanan pengabdian seseorang kepada masyarakat tidak selalu ditempuh melalui satu jalan. Ada yang mengawali kiprahnya dari lingkungan pemerintahan, memahami dinamika birokrasi dari dekat, kemudian melanjutkan pengabdiannya melalui jalur politik dan parlemen.
Sosok itu adalah Solekhudin, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang yang kini menjalankan amanah masyarakat sebagai wakil rakyat.
Sebelum terjun ke dunia politik, Solekhudin dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan birokrasi pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami bagaimana roda pemerintahan berjalan, bagaimana kebijakan dirumuskan, serta bagaimana pelayanan kepada masyarakat seharusnya diberikan.
Bagi Solekhudin, pengalaman di dunia birokrasi bukan sekadar perjalanan karier, tetapi juga proses belajar untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Tak heran jika nama Solekhudin populer di lingkungan Kantor Kementerian Agama, karena selama berkarier , ia pernah menjabat Kepala Seksi Madrasah dan Kepala Seksi Bimmas.
Kini, ketika dirinya berada di lembaga legislatif, pengalaman tersebut menjadi modal untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Di parlemen, Solekhudin berupaya menjalankan amanah dengan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugasnya, baik dalam fungsi pengawasan, penganggaran maupun pembentukan kebijakan daerah.
Sikap tersebut tercermin dari kepeduliannya terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya bidang pendidikan, pembangunan, pelayanan publik dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, perhatian Solekhudin juga diarahkan terhadap sektor pendidikan.
Baginya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun masa depan daerah. Karena itu, fasilitas pendidikan yang aman dan layak menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
Pengalaman panjang sebagai birokrat membuat Solekhudin memahami bahwa pembangunan tidak cukup hanya berbicara mengenai angka dan program.
Di balik setiap kebijakan, terdapat kebutuhan masyarakat yang harus benar-benar diperhatikan.
Hal itu pula yang menjadi salah satu prinsipnya ketika menjalankan tugas sebagai legislator.
“Menjadi anggota dewan adalah sebuah amanah. Karena itu, tugas utama kami adalah berusaha memperjuangkan kepentingan masyarakat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki,” demikian semangat yang menjadi pijakan dalam menjalankan tugasnya.
Solekhudin juga dikenal sebagai sosok yang berusaha menjaga komunikasi dengan masyarakat. Baginya, menjadi wakil rakyat bukan berarti hanya bekerja di ruang rapat DPRD, tetapi juga harus mau mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan.
Perjalanan dari birokrasi menuju parlemen memberikan warna tersendiri dalam kiprahnya. Ia membawa pengalaman administratif dan pemerintahan ke dalam ruang politik, sembari terus belajar memahami dinamika aspirasi masyarakat.
Di tengah dinamika politik dan tuntutan masyarakat yang semakin beragam, Solekhudin memilih untuk tetap berjalan dengan prinsip tegak lurus dalam menjalankan amanah, menjaga komunikasi dan berusaha memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat.
Bagi dirinya, jabatan bukanlah tujuan akhir. Jabatan merupakan ruang pengabdian yang di dalamnya terdapat tanggung jawab besar kepada masyarakat.
Karena itu, perjalanan Solekhudin dari dunia birokrasi hingga parlemen menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat ditempuh melalui berbagai jalan. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman, pengetahuan dan kewenangan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kini, di lembaga legislatif Kabupaten Pandeglang, Solekhudin terus melanjutkan perjalanan pengabdiannya. Dengan pengalaman panjang di dunia birokrasi dan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya, ia berupaya menjalankan amanah dengan sikap sederhana, bekerja, mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat sesuai tugas serta kewenangannya.
Bagi Solekhudin, menjadi wakil rakyat bukan sekadar tentang posisi, melainkan tentang bagaimana kehadirannya dapat dirasakan dan memberi arti bagi masyarakat Pandeglang. ***







