Rabbana News– Anggota DPRD Pandeglang Dede Sumatri mengajak semua pihak untuk mewaspadai musim kemarau.
Sebab, dampak kemarau tidak saja berpotensi terhadap krisis air bersih, namun rawan dengan kebakaran.
“Iya, meski situasi masih normal , kami mengajak masyarakat, instansi dan stakeholder untuk bersama-sama mengantisipasi dampak kemarau,” kata Dede, Rabu (15/7/2026).
Ia juga menyampaikan musim kemarau saat ini mulai melanda sejumlah areal persawahan di Kabupaten Pandeglang dilanda kekeringan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani karena berpotensi menurunkan produktivitas padi, terutama bagi lahan yang masih memasuki masa pertumbuhan hingga menjelang panen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya dua kecamatan mulai terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Patia dan Sindangresmi. Berkurangnya intensitas hujan membuat pasokan air ke lahan pertanian semakin terbatas, terutama di wilayah yang masih mengandalkan tadah hujan sebagai sumber irigasi utama.
“Ya, karena di Patia dan Pagelaran produksi pertanian masih mengandalkan tadah hujan. Saat musim kemarau seperti sekarang, para petani tentu khawatir kondisi ini akan memengaruhi pertumbuhan tanaman padi,” kata Dede,l.
Ia menjelaskan, petani yang menanam lebih awal kemungkinan telah menyelesaikan panen sehingga tidak terlalu terdampak. Namun, petani yang terlambat memasuki masa tanam dan belum panen menghadapi risiko penurunan hasil produksi apabila kekeringan terus berlanjut. ***










