Rabbana News– Di tengah kekhawatiran masyarakat Pandeglang dan sejumlah wilayah Banten akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, doa untuk keselamatan dipanjatkan dari tempat suci Masjidil Haram, Makkah Al-Mukaramah.
Sejumlah jemaah umrah asal Pandeglang yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci menyempatkan diri mendoakan keselamatan keluarga, masyarakat, serta daerah Pandeglang dan Banten agar senantiasa diberikan perlindungan dan dijauhkan dari dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau.
Doa tersebut menjadi ungkapan kepedulian para jemaah terhadap kondisi daerah asal mereka yang saat ini menghadapi situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski berada ribuan kilometer dari Pandeglang, rasa khawatir terhadap keluarga dan masyarakat di tanah kelahiran tetap mereka rasakan. Karena itu, kesempatan berada di Masjidil Haram dimanfaatkan untuk memanjatkan doa agar Pandeglang dan seluruh wilayah Banten diberikan keamanan, keselamatan, serta ketenangan.
Mereka juga mendoakan agar masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak selalu diberikan kesehatan dan perlindungan, serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Semoga Pandeglang dan Banten selalu dalam lindungan Allah SWT. Mudah-mudahan masyarakat diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala musibah,” kata H. Irfan salah seorang jemaah umrah yang juga owner KBIHU Mulia Barokah Hamdi yang sedang berada di Tanah Suci Makkah, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (7/9/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir memang meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah pesisir Banten. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian bagi keluarga para jemaah umrah yang berada di Tanah Suci.
Bagi para jemaah, doa dari Masjidil Haram menjadi bentuk ikhtiar batin sekaligus ungkapan rasa cinta kepada kampung halaman.
Para jemaah berharap kondisi Pandeglang dan Banten segera kembali aman dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. ***






